Tuesday, December 14, 2021

ASMARALOKA

Pagi itu, ya pagi itu 

Pukul dua lebih seperempat 

Ku berangkat ke utara untuk menjemput sang Arunika 

Menembus kabut meski dengan dahi yang mengkerut 

Dingin tapi apadaya hati sedang ingin, 

Dengan mata yang menggantung, tiba lah aku di tempat yang membuatku terpasung 

Terpasung akan binar yang mulai mekar 

Berdebar dan bersabar 


Hingar bingar seakan muncul dengan tak terdengar 

Merangsak pelan dan terus perlahan 

Kurasakan semilir yang mulai menenangkan pikir 

Suara peksi memeriahkan gendang telingaku yang lama tak berfungsi 

Sungguh ini seperti ilusi 


Kuseduh kopi dengan segenap asa dan karsa 

Ditemani kidung sianak sulung 

Sssrt...ahhh!

Kopi lembah Bisma memang tiada tara 

Namun ada yang berbeda dengan rasa 

ASMARALOKA, ohh kenapa ?

Teringat pada sosok yang memikat

Tanpa permisi menusuk hati dengan presisi 

Menyerang, tegang dan meradang 


Belum cukupkah? Belum pantaskah? Belum Puaskah?

Perasaan yang dulu terekam membuat suasana begitu mencekam

Bagai peluru timah yang sudah tidak bisa lagi ditemah 

hahahha dasar lemah!

Selalu berhasil membuatku bodoh dan bertindak ceroboh

Ironi, seperti bukan diri sendiri bak kehilangan jati diri 


Fyuuh..., namun tak apa 

Tetap kunikmati bersama litani 

Dan gulana  perlahan berubah menjadi doa 

Semoga, semoga dan semoga 

Aku yakin, Renjana akan membawaku pada Dewasa.

Monday, December 13, 2021

Titik Sudah

 Seharusnya tidak ada kata maaf di antara kita, sebab kita saling. Seharusnya tidak ada kata melepas, sebab kita saling. Tapi, saling tiba2 menjadi asing ketika kita bersepakat di titik sudah lalu semuanya hening. Lenyap seketika segala terka dan dugaan. Kita hanya bisa mengamini dengan segala batasan. Semoga segala hal baik ada di antara kita. Semoga semesta bertindak seadil2nya kepada kita walaupun dalam nyata itu sangat sulit dipercaya. Entahlah, umpatmu masih nyata terdengar di telinga hingga mendentingkan gelas2 yang menggelar perayaan di dada. Riuh, runtuh seketika :’(

Harap

Maaf, jika rasa ini kubuat menjadi pelik. Krna pda dasarnya jatuh cinta itu empat suku kata paling aneh, asing, dan dingin. Mereka bilang apalagi kita mencintai, tidak seharusnya kita jatuh. Melainkan terbang. Terbang yg dimaksud mungkin mengarungi seisi dunia bersamamu, tanpa perlu khawatir apa yg akan menunggu di bawah kita nantinya. Dan aku, hanya insan biasa yg hanya bisa merajuk menerka nerka dngn harap menginginkanmu tinggal lebih lama menjaga mu dalam asa berselimut mantra semoga dan semogaku banyak perihalmu tpi km yg lebih tau  segala cita dan angan sementara aku, tercipta untuk mengaminkan dan menunggu semesta merestui kita. 🌻

Pulang

 Di atas sana bulan sedang tidak sempurna kelabu dan malu-malu. Aku berdiri di persimpangan memejamkan mata sambil memutar seujung kuku memori yang sengaja aku sematkan. Berawal dari tawa, menjadi asmara berubah membentuk luka. Tak ku rasa tetes bening merambat di pipi yang pernah beradu peluh. Ahhhhrrghhhh tanpa kusadari begitu cepat aku membunuh rasa itu. Menutup paksa dinding yg sempat ku porak porandakan. Sungguh, Sesal mengekor di setiap detiknya. Ku coba untuk tetap menjadi gila agar aku bisa menjangkaumu lebih lama. Tapi apalah dayaku yang terikat di dalam rumah, yang semestinya aku harus tetap singgah. Maka dengan itu kuputuskan untuk pulang walau aku harus merasakan pedihnya berpisah dengan seseorang yang searah 🌻

Sunday, December 12, 2021

Tempuran Kali

 

Daun daun gugur di matamu, di antara pilu memerah, pun entah membiru. Lalu, adakah yang lebih indah dari pada bercinta denganmu di tengah tempuran kali sore itu? Aliran deru sungai bersenggama bising dalam libidomu dan kau teriakan segala keluh kesahmu dalam angka angka yang tak dapat di eja tiap detiknya. Gelas gelas berdenting dan bersulang merayakan kepergianmu puan. Lalu mau berapa kali lagi kau akan menyeka air matamu di sepertiga malam, mengumpat keras di keheningan, dan anjing anjing liar akan menertawai kepedihanmu yang pilu di hari itu.. entah. Lagi lagi kau masih akan memacu otak kecilmu yang berlari penuh keluh di jalan ketidakpastian. Entah aku, kamu, atau mereka selalu berlari dalam arus yang entah membawamu kemana. Dan kini kamu tiba di persimpangan tempuran kali itu. Dan kita akan di pertemukan lagi, di bawah langit yang sama, di antara batuan kali yang terus terkikis arus deras, lalu melupakan segalanya, dan kembali bercinta lagi, di tengah tempuran kali.

                Kini kau tinggalah kenangan dalam kepala, menghatuiku terus menerus setiap malam. Aku lupa berapa kali bayangmu mendorongku di ruang kehampaan, menyayat segalanya di seisi otak dan melemahkan tubuh ini. Isme isme mu yang entah jadi apa membuat ideologimu menjadi omong kosong belaka di telinga ini. Apa itu? Yang aku dengar hanyalah dengung belaka dan hanya terdengar bisikan “biiiippppppp!!” memuakan.

Thursday, December 9, 2021

Sebuah Pesan

Ini pesan untukmu syangku..

Kamu tau syang, yg aku takutkan setiap hari..

Aku takut hujan, aku takut dingin

Dan masih banyak rasa takut yg aku simpan dipikiranku

Tapi dlm ketakutan aku trkdng merasa bahagia

Krna dlm ketakutan itu kamu ada untuku dan itu sangat indah

Kadang kita bercumbu di dunia yg sangat semu

Kadang kita bercerita tentang hari2 depan kita

Aku tau kamu punya harapan yg besar meraih semua mimpi2 itu

Dan aku pun begitu

Aku tak mau mimpi kita disamakan, tapi kita punya mimpi yg sama

Bercengkrama dngn alam lalu menikmati dingin hutan2

Kita akan wujudkan itu dan kita akan ada di tengah manusia2 yg tak seberuntung kita

Mendung di pagi ini semakin mengingatkan ku pada mu

Tangan kecilmu yg memegang mawar yg aku kejar

Dan suara merdu kamu yg membuat mawar di disekitarku berguguran

Ada banyak hal yg aku rindukan dari dirimu

Senyum kamu

Tawa kamu

Marah kamu pada pemikiran kiri ku

Hari ini aku ingin bercerita kamu

Kamu

Bukan yg lainnya

Saat hari depan berpihak pada kita

Dan tuhan memerikan restu aku dengan mu

Akan aku bawakan untukmu segenggam kasih dan sebutir kemurnian

Dan mawar akan layu lalu orang2 akan terdiam mengamati kita

Bersama dan selalu bersama..

Kemudian saat kebersamaan kita dipisahkan oleh dzat yang maha kuasa

Setidaknya aku ataupun kamu bisa tersenyum saat raga kehilangan nyawa

Yaahh..aku atau pun kamu pernah hidup bersama dan bahagia

Dan aku atau pun kamu akan menantikan pertemuan di rahmat nya

Lalu orang2 yg prnh membaca tulisan ini dan mengerti rumitnya pikiran kita

Akan berkata..:

Sungguh betapa kita punya bakat membodohi semua manusia... 🌻😊

 


Friday, December 3, 2021

Tentang Aku

 

Selalu ada jalan yang ditempuh untuk orang yang selalu ingin dekat,

Selalu ada kata yang dirangkai untuk sesuatu yang masih ingin dibicarakan,

Selalu ada kesempatan untuk orang yang selalu diperjuangkan.

Lalu apakah masih ada tempat singgah untuk orang sepertiku?

Dan bagaimana caranya aku masuk ke dalam ruang yang begitu megah sedang aku begitu hampa

Sunyi dalam pikiran seketika ramai dengan pertanyaan

Sanggup atau tidak aku menerobos lintasan yang begitu rumit?

Entahlah, aku pasrah kemana kaki dan hati ini melangkah

Sebatang cerutu ku ayun-ayunkan menandakan aku sedang kebingungan

Menyebrang atau ketepian?

Tersematkan atau terabaikan

Sungguh ironi segala ingatan

Tuesday, November 30, 2021

Lintang Sewengi

Aku tidak pernah menduga bahwa kamu akan seperti ini. Kita baru saja mengenal satu sama lain tapi karena rasamu muncul kepadaku dengan cepat itu membuatku tidak mampu untuk berbuat yang pernah aku lakukan seperti dulu. Ya, aku mengakui bahwa kamu sangat perhatian, bahwa kamu sangat sayang kepadaku tapi, kamu berada di waktu yang salah. aku hanya meminta mu untuk berhenti atau mengurangi porsi untuk menjadi yang terbaik untukku. tolonglah, kita bukan anak-anak lagi. tiba-tiba kamu pergi karena keputusanku yang seperti ini, lenyap menghilang dan aku tak mampu menjangkau mu. aneh, ini semua sungguh aneh dan aku pun tidak tahu harus bagaimana. 

Tuesday, January 19, 2021

Aku Suka

Aku suka mantapmu dalam-dalam 
Aku suka melihat kamu tertawa 
Aku suka melihatmu terdiam 
Aku suka caramu menyayangiku 
Aku suka melihatmu marah padaku 
Aku suka segala hal tentangmu 
Aku suka aku suka dan aku suka 
Aku tidak tau kenapa 
Aku hanya ingin kamu ada di sini selalu 
Bersamaku, berdua denganku
Membimbingku 
Menemaniku 
Aku merasa sempurna denganmu 
Aku mencintaimu 
Sangat 
Tolong, jika kamu pergi 
Jangan tinggalkan jejak 
Aku tidak sanggup dan tidak akan sanggup 
Melihatmu tersenyum bukan karena aku 



Arunika

Aku menyebutmu Arunika. Entahlah, Tuhan mengirimkanmu kepadaku begitu cepat. Membendung lukaku dengan tepat. Aku tidak pernah sebahagia ini. Tidak pernah sejatuh cinta ini. Walau aku tahu. Pertemuan akan berakhir dengan kehilangan. Namun, sampai saat ini aku masih bertanya2 apakah kau juga merasakan yang sama dg ku sebab nanar matamu seperti menyembunyikan sesuatu. Aku ingin tahu itu tp rasanya itu akan melukaiku sendiri, lagi. Aku lemah, dan aku pengecut karna terlalu takut dengan luka yg baru. Aku takut terjatuh lebih dalam. Sedang aku yakin bahwa aku telah terlalu bersimpuh. Rasaku untuk mencintaimu sangat menggebu2 dalam rongga dadaku, namun itu terhalang selaput keyakinan diri. Aku ingin bebas mencintaimu dan silahkan jika kamu mau kau mencintaiku juga. Itu kalau kamu mau. Kalau tidak, yasudah biarkan perlahan rasa ini terbenam bersama swastamita.