Monday, December 13, 2021

Pulang

 Di atas sana bulan sedang tidak sempurna kelabu dan malu-malu. Aku berdiri di persimpangan memejamkan mata sambil memutar seujung kuku memori yang sengaja aku sematkan. Berawal dari tawa, menjadi asmara berubah membentuk luka. Tak ku rasa tetes bening merambat di pipi yang pernah beradu peluh. Ahhhhrrghhhh tanpa kusadari begitu cepat aku membunuh rasa itu. Menutup paksa dinding yg sempat ku porak porandakan. Sungguh, Sesal mengekor di setiap detiknya. Ku coba untuk tetap menjadi gila agar aku bisa menjangkaumu lebih lama. Tapi apalah dayaku yang terikat di dalam rumah, yang semestinya aku harus tetap singgah. Maka dengan itu kuputuskan untuk pulang walau aku harus merasakan pedihnya berpisah dengan seseorang yang searah 🌻

No comments:

Post a Comment