Wednesday, July 15, 2020

:)


Siapa yang akan aku salahkan? Ketika kau cemburu jika aku dekat dengan yang lain? Ya diriku
Siapa lagi.. walaupun aku sebenarnya berhak dekat dan berharap dengan siapapun.
Hmmmmm... sesulit inikah mencintaimu?
Apakah doa-doa ku di sepertiga malam dapat menembus dinding-dinding dayamu yang begitu kuat?
Memang ya patah selalu menjadi teman
Tak ada alasan lagi bahwa aku dapat berpisah dengan patah.
Sungguh ironi.
Haruskah aku berjuang sendirian? Kupikir itu tak akan kuat jika aku sendirian. Walaupun sujud itu indah. Kita berbicara pada bumi tapi langit yang mendengar.

IKHLAS


Cangkirku sudah kosong 
tapi hatiku masih ada sisa-sisa kenangan tentang kita.
Sisa Tentang segala hal yang pernah kita perjuangkan dan kita lalui.
Sewindu terlalu sebentar untuk sebuah perjalanan yang direncanakan. karena ini belum berakhir.
Bagiku akhir dari semua adalah mati. Ketika kita tak lagi dapat merasakan dan mendengar seseorang yang kita sayangi.
Kita hanya mencoba ikhlas untuk sementara dan ketika senyum dan mata saling berpapasan sedetik saja, diingatan akan memutarkan segala kenang itu hingga meleburkan upaya kita dalam mengikhlaskan.