Tuesday, January 19, 2021
Arunika
Aku menyebutmu Arunika. Entahlah, Tuhan mengirimkanmu kepadaku begitu cepat. Membendung lukaku dengan tepat. Aku tidak pernah sebahagia ini. Tidak pernah sejatuh cinta ini. Walau aku tahu. Pertemuan akan berakhir dengan kehilangan. Namun, sampai saat ini aku masih bertanya2 apakah kau juga merasakan yang sama dg ku sebab nanar matamu seperti menyembunyikan sesuatu. Aku ingin tahu itu tp rasanya itu akan melukaiku sendiri, lagi. Aku lemah, dan aku pengecut karna terlalu takut dengan luka yg baru. Aku takut terjatuh lebih dalam. Sedang aku yakin bahwa aku telah terlalu bersimpuh. Rasaku untuk mencintaimu sangat menggebu2 dalam rongga dadaku, namun itu terhalang selaput keyakinan diri. Aku ingin bebas mencintaimu dan silahkan jika kamu mau kau mencintaiku juga. Itu kalau kamu mau. Kalau tidak, yasudah biarkan perlahan rasa ini terbenam bersama swastamita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment