Tuesday, September 18, 2018

*6

Aku tersibukkan oleh kegiatanku. Cukup lelah bulan ini. Dan terkadang aku mengingatmu. Terkadang sekelebat kerinduan itu menghampiriku tanpa permisi dan tak tahu waktu. Rasanya ingin menitikkan air mata... Biar saja aku alay karena aku tidak pernah memikirkanmu dengan logika. Puncak paling manis saat hujan dan rindu sedang menyatu. Engkau begitu pekat teringat di anganku. Bertemu kamu, memelukmu sedalam mungkin atau mengecup dan menyapa sedikit senyummu yang jatuh di mataku itu adalah harapan jiwaku malam ini. Otakku berjalan tak tentu arah. Ragaku yang biasanya kau topang mulai lelah berdiri sendiri. Entahlah, apakah ini yang dinamakan saling melengkapi? Terasa sepi tiada hadirmu. Tiada yang ngomel2 karena sudah selalu berusaha meluangkan waktu. Dann... Tak ada lagi yg cemburu karena sesuatu yang sederhana. Walaupun terkadang aku jengkel dengan kamu yang selalu cemburu dengan apapun. Tapi, yasudahlah itu tak penting kali ini. Yang kuingat hanya hal2 indah yang pernah kita lalui. Percik percik kenangan semakin jelas menyulut kerinduan. Membuat ia berkobar membara di dada. Semoga rinduku ini terbawa bulan yang akan berganti mentari dan menyampaikan rinduku esok nanti kepadamu yang semoga tidak terganti. 

Friday, August 24, 2018

*5

Aku mulai merindu lagi. Kali ini begitu sendu. Memikirkanmu adalah hal yang auto. Tak perlu mengatur kapan aku rindu. Rindu datang seakan semakin meredupkan malamku. Ku tatap bulan sedalam mungkin. Karna aku tahu... Malam ini kau pun merinduku. Tapi, segera kuhapus bayangmu. Semakin larut semakin pula aku hancur karena merindu. Ku hempas rasa ingin jumpa karena percuma tiada usaha untuk bisa bersama...

Friday, August 17, 2018

#12

Aku tidak pernah merasa baik baik saja kalau jauh darimu. Tiada yang lebih manis dibanding sikapmu kepadaku. Tiada senyum terindah selain senyummu. Di sini aku seperti sendiri. Tapi tak apa.. Aku menikmatinya.

Wednesday, August 8, 2018

*4

Malam ini bulan tak menampakkan diri. Begitu pun dengan bintang. Mendung seakan menyelimuti semuanya. Kecuali rinduku yang tiada menghilang. Semakin malam semakin menjadi. Derai air mata mulai membanjiri pipiku yang sedari tadi mencoba tegar, mencoba baik-baik saja dan mencoba tersenyum. Namun, mata telah sayu dan tidak tahan untuk membayangkan kau berdiri di depan ku seperti biasanya. Atau kau duduk di sampingku saat ini menemani malam ku yang sepi. Kemarin aku sempat berkata aku akan baik-baik saja di sini. Tapi nyatanya tidak semudah itu jauh darimu. Aku hanya selalu berharap dan berharap. Bahwa kamu di sana sehat selalu serta diberi kemudahan untuk segala urusanmu. Di sini aku aku bersama demua yang menyayangimu selalu mendoakanmu untuk yang terbaik. Selamat berjuang sayang. Aku mencintaimu. Selalu. Aku yang merindukan candamu. 😔

Monday, August 6, 2018

*3

Hari ini aku tidak sedang rindu. Hari ini aku lelah. Badanku terasa sakit. Aku sedang ingin mengadu. Memang tiada lagi selain dirimu untuk mengadu segala keterpurukanku. Mengadu segala kecemasanku tentang semuanya. Tentang segala hal yang membuatku sakit. Kau tahu? Hatiku sedang tak enak. Dan aku tidak sedang menyendiri namun memang sedang sendiri. Di manapun, kapan pun aku sedang tanpamu. Tanpa sapamu yang tanpa kusadari melebur segala lelahku selama ini. Candamu yang kadang membuatku jengkel mengobati rasa nyeri hati. Usapan tanganmu menenangkanku saat aku merasa risau. Entahlah.... Aku memang tidak rindu. Tapi, aku ingin kamu seperti biasanya. Jangan pergi dan jangan pernah berubah. Aku mencintaimu tanpa kusadari.

Saturday, August 4, 2018

*2

Rindu
Aku rindu
Cuma rindu
Cuma ingin liat kamu
Pengen ikut
Tapi, gimana
Kita tidak pernah jauh 😔
Ternyata aku takut kehilangan kamu
Aku tidak bisa
Semua sudah terjawab
Aku mencintaimu
Tidak hanya sekedar
Semua lama
Aku rindu
Rindu

Friday, August 3, 2018

*1

Pagi ini kita berbeda. Kita berselimut bahagia yang teramat. Hingga kita saling meneteskan air mata. Berkaca pandang seakan semuanya akan terasa baru. Ya... Memang baru... Kau akan memiliki dunia yang baru. Begitu pun aku... Aku harus menyiapkan diri untuk tidak dekat denganmu. Kita sama2 memperkuat telepati agar kita bisa saling komunikasi karena hp saja tidak sanggup untuk mengutarakan rasa rindu yang akan datang menyiram seluruh tubuh ini. Aku risau karena tidak tahu harus bagaimana. Dan ini sejarah terlama kita tidak bersandingan. Ya... Sungguh ini berat. Sedikit. Tentang rindu tentang kamu tentang sesuatu. Dan hanya kamu di sini. Di hatiku. Yang kini keyakinanku mulai tertuju padamu. Jauh lebih jauh dan paling jauh hanya untukmu.