Aku tersibukkan oleh kegiatanku. Cukup lelah bulan ini. Dan terkadang aku mengingatmu. Terkadang sekelebat kerinduan itu menghampiriku tanpa permisi dan tak tahu waktu. Rasanya ingin menitikkan air mata... Biar saja aku alay karena aku tidak pernah memikirkanmu dengan logika. Puncak paling manis saat hujan dan rindu sedang menyatu. Engkau begitu pekat teringat di anganku. Bertemu kamu, memelukmu sedalam mungkin atau mengecup dan menyapa sedikit senyummu yang jatuh di mataku itu adalah harapan jiwaku malam ini. Otakku berjalan tak tentu arah. Ragaku yang biasanya kau topang mulai lelah berdiri sendiri. Entahlah, apakah ini yang dinamakan saling melengkapi? Terasa sepi tiada hadirmu. Tiada yang ngomel2 karena sudah selalu berusaha meluangkan waktu. Dann... Tak ada lagi yg cemburu karena sesuatu yang sederhana. Walaupun terkadang aku jengkel dengan kamu yang selalu cemburu dengan apapun. Tapi, yasudahlah itu tak penting kali ini. Yang kuingat hanya hal2 indah yang pernah kita lalui. Percik percik kenangan semakin jelas menyulut kerinduan. Membuat ia berkobar membara di dada. Semoga rinduku ini terbawa bulan yang akan berganti mentari dan menyampaikan rinduku esok nanti kepadamu yang semoga tidak terganti.
No comments:
Post a Comment