Kemarilah sayang, kupersilahkan peluk ini untukmu. Tenggelamlah di dada bersama mimpimu sedalam-dalamnya. Kemarilah, kaitkan jari-jarimu dengan jari-jariku. Begitu terasa desiran darah yang mengalir hingga keotak. Tak ingin aku bosan untuk hidup bersamamu. Ciuman demi ciuman mendarat di wajahmu yang kurasa tuluslah dirimu saat ini walau dalam nestapa. Perpisahan adalah benci yang berulang dan sebenarnya aku tak ingin berada di posisi yang mematikan rasaku secara perlahan.
No comments:
Post a Comment