Tuesday, April 15, 2025
19.24
"If a picture is all that i have, i can picture the times that we won't get
back. If i picture it now it don't seem so bad. Either way, i still wish you
were here". Kutipan lagu neck deep yang selalu menemani hari-hariku di pukul
19.24. "Don't say everything's meant to be, cause you know it's not what i
believe. Can't help but think that it should've been me". Tidak ada seorang pun
yang tahu arti angka-angka itu. Mungkin hanya sekadar tahu itu hari ulang
tahunmu dan ulang tahunku. Padahal ada makna yang lain di sana. Sekarang,
mencintaimu tidak lebih dari melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 19.24.
Selama semesta menunjukkannya dengan tepat, aku tahu aku masih selalu ada di
hari-harimu. Entah akan sampai kapan, yang jelas aku selalu berharap kau masih
ada di sini. Menatap foto-foto lama menjadi wisata masa lalu yang masih menarik
untuk ku jelajahi dalam ingatan. Sampai di titik ini aku masih menyangkal bahwa
apakah ini waktunya untuk menyimpan kenangan itu sedalam-dalamnya. Aku masih
sering merindukan wajahmu, menyentuhmu, mengusap lembut kepalamu saat kamu
tertidur dalam pangkuanku. There's so many things i should have said. Tapi, aku
tidak bisa mengatakan apapun, sebab kamu adalah salah satu hal yang tidak bisa
ku diskusikan dengan siapapun selain kepada semesta. Im the last thing you'd
remember. Its been a long lonely Decemeber. Aku berharap, hal baik menyertaimu
dan kita akan dipertemukan kembali di univers berikutnya dengan segala hal baik
lainnya. Rasaku memang habis dalam dirimu but, hidupku harus terus berjalan. I
fell for a boy who could never ever let me walk home that way. We're both
leaving soon.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment