Di sini kutorehkan celoteh hatiku tentang aku bersama kerinduan dan kehilangan.
.
.
.
Sunyi malam mengheningkan suara-suara
Telah terlelap dia sang pria ku
Disisiku dia bermimpi
Ku pandangi raut yang nampak letih
Raut yang terlihat resah
Air keringat keluar dari pori-porinya yang mengecil membesar
Melas,
Satu kata yang terlintas di benakku
Mengapa pernah ku hianati
Pria yang terlalu baik ini
Mengapa pernah ku buat ia menitikkan air mata kesedihan
Mengapa ku pernah hilangkan kepercayaannya kepadaku
Priaku,
Maafkan daku
Aku takkan pernah ku coba pergi lagi
Aku tidak tahu seberapa panjang kesabaranku tanpa tuntunan mu
Priaku,
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Aku akan selalu di sini
Menunggumu, menemanimu hingga kita sama-sama berdiri
No comments:
Post a Comment