Thursday, July 27, 2023

BIASA

Mungkin, aku dan kamu adalah dua hal yang biasa Harapnya, dua hal biasa menjadi satu hal luar biasa Banyak hal-hal mustahil bagi orang lain Tapi bagi kita, Hal-hal mustahil bisa kita lawan Dengan doa dan usaha Sebab kita percaya Doa ibu adalah hal yang utama Bersenang-senang untuk menutup kepedihan Memanjangkan umur dengan hal-hal bahagia Sehat selalu untuk kita yang selalu melawan keterbatasan Yang berjuang dengan kaki dan tangan sendiri

PELUK YANG TEPAT

Lama rasanya aku tak menuliskan hal-hal indah. Yang ku tulis hanya soal kehilangan, rasa takut begitu juga luka yang berlebihan. Kini aku merasakan betapa nikmat dalam peluk yang tepat Aku merasa kembali hidup Sederhana saja tetapi ada tuju di sana

TANPA MEMBENCI

Berpisah tanpa membenci itu tidak mudah Karena pada dasarnya manusia lebih sering melihat hitam dari pada putihnya Sedangkan kami sepakat untuk memisahkan diri tanpa membenci Berdamai dengan kenang adalah jalan satu2nya. Kemudian, walau tak sekencang dulu Namamu masih kuselipkan dalam sembah sujudku agar kau baik dan berbahagia selalu Sebab menurutku hidup adalah soal memilih Bukan mana yang lebih baik Tetapi, mana yang tepat untuk menghabiskan waktu agar satu tuju

Sebagai Rindu yang Hilang

Kau bilang, aku adalah rindu yang hilang Kemudian aku menanyakan Bukankah rindu itu hilang sebab tak ada yg merasakannya lagi? Lalu, kemana saja kau selama ini ketika sang rindu menunggu sosok yang seharusnya merasakannya Hujan telah reda dan sisa tangis kemarin itu yang terakhir kalinya

SUDUT SEPI

Kali ini kunikmati pelan2 udara dingin yang menusuk hingga rongga rusuk Sesruput americano diselingi hisapan cigaret menambah hening suasana Di tempat favoritku lamunan tengah menjadi teman Entah sudah berapa lama aku berangan2 akan meletakkan hati pada siapa Ketakutan yang selalu merundung Lara yang seketika saja sempat terasa Menarik ulur hati yang sedang tenang2nya Ouh bangsat Terbayang satu rupa yg selalu ku cintai dengan apa adanya, tulus dan penuh harap Menyingkirlah, bukan ini yang kumau Yang kumau adalah dia yang sedang menyertaiku penuh rasa tanpa ku minta Bisakah kali ini aku tidak salah lagi? Aku bosan berulang kali memperkenalkan diri

SEPAKAT

Kita tidak berpisah melainkan sepakat saling meninggalkan rumah untuk singgah di tempat yang lebih indah. Tempat di mana kita dihargai, tempat di mana kita memiliki tuju yang lebih pasti. Kita pernah saling menjaga tapi pada akhirnya kita yang kalah dengan rasa. Rasa ragu dalam tuju. Rasa ragu bahwa kita mampu bersatu. Maka, jalan satu-satunya adalah kita harus sepakat memudarkan hasrat. Hasrat tarik menarik yang pelik. Hingga kita beratmosfir nestapa. Tak apa, dari sini kita akan memilki tuju lebih bahagia. Rahayu....

Setahun Lalu

Jadi, kamu mau bilang apa lagi soal rasa itu? Yang campur aduk kemanisan seperti kopi kebanyakan gula. Bukankah rasa dasar yang tanpa campur-campur lebih nikmat? Pahit tapi manis after tastenya? Lalu mengapa rasa itu kau hancurkan dengan manis yang berlebihan kalau saja, pahit bagiku sudah cukup membuatku hafal segala rasa.